Kamis, 29 Mei 2014

Bagaimana Cara Membeli Properti dengan sedikit Uang atau Tanpa Uang Muka



Sahabat yang saya Hormati ,


      Melihat Perkembangan Properti yang saat ini sangat diminati untuk dimiliki oleh semua lapisan dari berbagai kalangan masyarakat baik untuk hunian , atau dimanfaatkan sebagai daya ungkit peningkatan nilai ( Investasi Aset ) mari kita coba menganalisa dan mempelajari lebih jauh lagi tetang perkembangan bisnis Properti yang saat ini berkembang Pesat di-Indonesia .
Sebelum kita membicarakan Bisnis Properti di Indonesia ,setidaknya kita terlebih dahulu mengatahui Makna dari kata  Properti itu sendiri . 



       Sahabat  , Jika kita berbicara mengenai properti, yang terbayang awal di benak orang umum biasanya adalah rumah. Hal itu tidak salah, namun kurang tepat jika kita membatasi properti hanyalah berbentuk rumah. Kata properti menunjuk kepada sesuatu yang biasanya dikenal sebagai entitas (obyek nyata yang ada keberadaanya dan berpemilik baik pribadi maupun kelompok ))dalam kaitannya dengan kepemilikan seseorang atau sekelompok orang atas suatu hak eksklusif terhadap entitas tersebut.

Bentuk-bentuk dari properti bisa berupa tanah (real property), kekayaan pribadi (personal property) atas kepemilikan barang secara fisik serta kekayaan intelektual.

sangat bagus dan pilihan yang tepat saat ini apabila kita memiliki  bisnis properti sebagai media untuk mendapatkan nilai lebih dari daya ungkit properti saat ini  .

Akan tetapi ada beberapa Hal yang memang  harus di garis bawahi bahwa  untuk  memiliki atau memulai bisnis Properti , saat ini butuh  modal dan dana yang besar   . sebanding dengan nilai daya ungkit yang memang nanti bisa kita dapatkan di dalam bisnis Properti . dan tidak sedikit masyarakat  di kalangan menengah kebawah pun terpancing untuk bisa memiliki  bisnis  properti  dengan cara “ memaksakan “ dengan kemudahan yang diberikan  Developper Properti atau bank – bank yang memberikan alokasi dana melalui program KPR , yang mungkin apabila kita pelajari secara seksama nilai bunga  dari KPR  tersebut  sangat lah besar (  kemudahan   KPR Perumahan   bisa dinilai dari   : uang muka yang kecil , nilai cicilan tiap bulan yang kecil dan durasi  pembayaran lama )  Anda bisa coba mencermati kembali berapa nilainya  .

Dengan tingkat pertumbuhan nilai property yang  sangat bergantung pada lokasi di butuhkan waktu  yang lebih panjang untuk kita bisa merasakan profit dari penjualan bisnis Property . karena dari KPR belum tentu perhitungan kita bisa win dalam hal profit .

Jadi benar apabila Anda merasa  memang sudah memiliki nilai Lebih dalam keuangan  anda , sudah waktu nya Anda berbisnis Property ,

dan bagi  Anda yang belum memiliki nilai lebih dalam keungan  ,saran saya jangan memaksakan diri ,  coba anda pertimbangkan dan perhitungkan kembali  nilai nilai keuntungan dan durasi waktunya .

Mungkin saya akan  coba  share dengan Anda  tentang keunggulan dan kelemahan yang mungkin juga sudah Anda tahu  tetang aturan main dalam bisnis Properti  ,

Pernah dibahas dalam yahoo News januari 2014 lalu bagaimana keunggulan dan kelemahan bisnis properti ini secara umum  dan ada 8 item yang bisa di pertimbangkan sebagai berikut : 


KEUNGGULAN
KELEMAHAN
Nilai Tambah (Added Value)
Nilai tambah investasi properti diperoleh akibat pengembangan bangunan di atas sebidang tanah kosong. Nilai tambah akan semakin  tinggi, jika bangunan berada di lokasi strategis dengan akses dan fasilitas yang baik, serta dibuat dengan arsitektur yang indah.
Beban Perawatan (Management Burden)
Pemilik atau investor properti tak dapat membiarkan investasinya berjalan dengan hasil yang meningkat terus menerus, tanpa memastikan properti tersebut dalam keadaan baik. Dia juga mesti mengeluaran biaya tambahan guna merawat kondisi bangunan agar income dari sewa bisa meningkat.

Peningkatan Pendapatan Tahunan (Income Appreciation)
Dari sebidang tanah yang dikembangkan—tanah kosong menjadi rumah atau ruko—seorang investor dapat menerima sewa. Keuntungan lain adalah kenaikan harga sewa, karena sifat kelangkaan tanah dan properti akan terus terjadi sepanjang perekonomian di sebuah negara terus tumbuh.
Investasi Padat Modal (High Capital Investment)
Investasi properti pun dapat dikatakan sebagai investasi yang bersifat padat modal (capital intensive). Mengapa demikian? Karena semakin besar modal yang ditanamkan dalam properti, relatif semakin besar pula hasll yang didapatkan investasi properti tersebut.
Peningkatan Nilai Tanah (Capital Appreciation)
Apresiasi nilai tanah merupakan keuntungan lain dari investasi properti. Jumlah manusia setiap saat terus bertambah, sementara jumlah tanah tidak dapat bertambah. Ini merupakan teori klasik yang secara sederhana menjelaskan mengapa harga tanah terus merangkak naik dari waktu ke waktu.
Keterjangkauan Investasi (Affordability Investment)
Dalam bisnis properti, harga mencerminkan kondisi penawaran dan permintaan. Harga properti ditetapkan berdasarkan sifat-sifat pasar lokal serta tren yang memengaruhi permintaan dan penawaran properti.Ada satu perbedaan signifikan antara menilai properti dan saham, yaitu  affordability. Affordability tidak menjadi isu dalam saham, karena transaksi pembelian saham dilakukan secara tunai. Sebaliknya, transaksi properti biasanya merupakan pembelian leverage yang melibatkan pembiayaa

Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Dibandingkan dengan deposito, emas atau investasi lain, properti mempunyai karakter yang tahan lama. Bisnis properti memiliki horison (jangka waktu) investasi rata-rata 3 - 5 tahun. Artinya, setelah 3 – 5 tahun perkembangan nilainya sudah cukup berarti untuk menghasilkan capital gain (selisih harga beli dan harga jual).
Biaya Transaksi yang Tinggi (High Cost Transaction)
Untuk berinvestasi di sektor properti, Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dibanding berinvestasi di sektor lain. Biaya-biaya tersebut berupa pajak, antara lain: PPH (5% yang dikenakan bagi penjual) dan BPHTB (5% yang dikenaan bagi pembeli). >>baca: Pajak-pajak Terkait Properti
Daya Pengungkit Investasi yang Tinggi (High Leverage Investment)
Sebagai contoh, Anda berinvestasi properti dengan uang Rp100 juta sebagai uang muka (DP), maka Anda bisa memiliki investasi properti sebesar Rp500 juta atau lima kali lipat, karena sisanya sebesar Rp400 juta dibayar dengan menggunakan pembiayaan bank.
Jika nilai investasi naik 10% menjadi Rp550 juta, maka keuntungan Anda Rp50 juta (Rp550 juta – Rp500 juta) atau 50% dari investasi awal yang “cuma” Rp100 juta. Inilah yang disebut daya pengungkit investasi yang tinggi.

Waktu Lama untuk Membeli (Time Consuming Acquisition)
Membeli properti yang sesuai keinginan tidak bisa dalam tempo singkat, bisa dalam hitungan minggu atau bulan. Hal ini juga dijelaskan dalam sifat properti yang tidak likuid (lack of liquidity).
Bahkan seorang pakar properti dari Amerika Serikat mengatakan, carilah 100 properti, pilih tiga yang terbaik, untuk mendapatkan satu properti yang diinginkan (Formula 100:3:1).
Proteksi Terhadap Inflasi (Hedge of Inflation)
Secara tradisional, orang membeli tanah dan bangunan untuk menjaga investasi tersebut agar tidak tergerus inflasi. Artinya, pemilik yakin membeli properti, nilai investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi. Bahkan karena sifat kelangkaannya, nilai investasi itu terus meningkat seiring waktu.

Terbatasnya Pengetahuan (Lack of Knowledge)
Pengetahuan yang terbatas disebabkan karena properti yang bersifat lokal (localized). Harga sebuah rumah di satu tempat, belum tentu sama dengan di tempat lain. Hal ini membuat investor harus jeli dan membuat survei terhadap di lokasi incarannya. 
Agunan yang Baik (Good Collateral)
Tidak seperti investasi keuangan, properti merupakan agunan atau jaminan yang paling solid. Bahkan di beberapa negara, pihak perbankan tidak segan meminjamkan dana hingga 80% dari nilai agunan.
Penyusutan Bangunan (Building Depreciation)
Investasi properti yang berbasis pada tanah dan bangunan, walaupun dari tahun ke tahun meningkat—akibat harga tanah yang meningkat akibat kelangkaan—namun bangunan di atasnya secara teoritis memiliki umur. Hal ini berbeda dengan tanah yang memiliki umur panjang alias abadi. Secara teoritis, bangunan dapat berumur 20, 30, atau 40 tahun, tergantung fungsi, kualitas, dan standar kekokohan bangunan (konstruksi).

Kebanggaan Kepemilikan (Pride of Ownership)
Dibandingkan dengan investasi jenis lain, rasa bangga terhadap kepemilikan properti pada umumnya lebih tinggi. Maka zaman dahulu, tuan tanah diasosiasikan sebagai orang kaya. Hal ini disebabkan karena properti juga dapat menghasilkan income dari sewa
Hancur Bila Terjadi Bencana Alam (Physical Hazard)
Dibandingkan dengan investasi lain, investasi properti memiliki risiko kehancuran tanah dan bangunan yang bisa disebabkan gempa, tanah longsor, tsunami dan lain-lain. Namun, hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan asuransi, sehingga secara praktis kehancuran akibat bencana dapat dihilangkan dengan biaya tambahan untuk membayar premi asuransi.


Bila kita cermati lebih jauh lagi ada beberapa HUKUM BISNIS PROPERTI agar kita bisa dapat hasil yang maksimal seperti beberapa buku yang pernah saya baca hampir 90% orang berbisnis properti juga akan mempertimbangkan 4 faktor ini   : 

1. LOKASI
Hukum utama dalam investasi properti adalah LOKASI, LOKASI dan LOKASI. Hunian vertikal yang terletak di jalan/lokasi yang nilai jualnya tinggi dan dekat dengan pusat perkantoran/kerja, fasilitas pendidikan, fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, bandara, stasiun kereta api, sarana hiburan akan berpotensi mendapatkan capital gain dan nilai sewa yang tinggi.
2. DESAIN & KONSEP
Desain dan konsep yang ditawarkan pengembang perlu dicermati karena akan mempengaruhi nilai properti. Perhatikan konsultan perencana yang mendesain bangunan apartemen tersebut. Cermati juga desain dari unit itu sendiri, pastikan ruang-ruang utama memiliki ventilasi dan cahaya yang baik.
3. SUPPLY & DEMAND
Jumlah unit yang ditawarkan pengembang juga merupakan hal yang sangat penting karena persoalan akan menjadi runyam apabila jumlah unit tidak bisa diserap pasar . Pastikan lokasi yang dibeli mempunyai supply unit yang terbatas sehingga nilai jual dan nilai sewa dimasa mendatang akan terjamin naik.
4. LEGALITAS
Perhatikan benar-benar kelengkapan legalitas pada proyek tersebut mulai dari ijin lokasi, Ijin Amdal, Ijin Mendirikan Bangunan dan status kepemilikannya. Dengan pemahaman yang baik mengenai pasar apartemen ini konsumen akan bisa meminimalkan resiko dalam berinvestasi.

Bagaimana menurut  Anda ? apakah  ada yang akan Anda tambahkan lagi ? senang sekali kita bisa berbagi informasi lebih jauh lagi tentang  Bisnis Prpoerti  di Indonesia .Properti tanah dan bangunan adalah  daya ungkit yang luar biasa untuk kita jadikan salah satu bisnis kita  bukan ?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
" Bagaimana Cara Membeli Properti  Dengan Sedikit uang atau Tanpa Uang Muka " ,

Hal yang Lumrah apabila kita selalu mencari Peluang diantara Peluang yang sudah ada ,
Detail , rinci , penuh perhitungan , dan modifikasi .
berdasarkan perhitungan Daya Ungkit Nilai Aset yang didapat dari bisnis properti dengan analisa dan data fakta yang ada , ada peluang Properti yang bisa kita referensikan juga untuk kita  bisa miliki  .
Rekan  ,
Ramai nya bisnis Properti perumahan di Indonesia  saat ini diikuti juga oleh laju  pertumbuhan bisnis bidang perkebunan kayu yang juga selalu meningkat setiap tahunnya .  yang mungkin tidak semua orang sadari dan tahu  , seperti pernah disampaikan  oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan  sbb :
“pemanfaatan hutan dan industri kehutanan merupakan salah satu dari 6 Kebijakan Prioritas Kementerian Kehutanan 2009-2014.  Trend pergeseran sumber bahan baku terlihat pada struktur pemenuhan bahan baku IPHHK kapasitas produksi di atas 6.000 m3/tahun selama 8 tahun terakhir (2005-2013) di mana pemenuhan bahan baku dari hutan alam (IUPHHK-HA dan IPK) cenderung menurun, yaitu 20,50 juta m3 pada 2005 menjadi 5,54 juta m3 pada 2013. Di sisi lain, pemenuhan bahan baku dari hutan tanaman (IUPHHK-HT dan HR) memperlihatkan peningkatan signifikan, yakni 11,22 juta m3 pada 2005 menjadi 39,80 juta m3 pada 2013. Hutan tanaman ke depan, katanya, akan menjadi tulang punggung industri perkayuan nasional. Jumlah industri kehutanan pun meningkat.
Pemerintah dan Industri Kayu di  saat ini sangat mengandalkan Hutan Tanaman Rakyat ( HTR )  untuk mencukupi kebutuhan kayu bai untuk nasional maupun Ekspor , Bahkan ada salah satu Industri Kayu di Indoensia  Genjot Eksport  Kayu Olahan karena Hasilnya yang sangat menjanjikan  .
Mengapa  Properti Bisnis kayu bisa kita samakan dengan Bisnis Properti ??
. Kebutuhan kayu dunia yang semakin melonjak setiap tahunya, tidak diimbangi dengan suplay kayu yang ada, bahkan kondisi hutan di Indonesia saat ini semakin kritis. Berdasarkan data Indonesia setiap tahun setidaknya membutuhkan 72 juta kubik kayu siap olah dan saat itu baru terpenuhi sekitar 50 juta kubik saja, itupun sebagian besar dari hasil tebang hutan alam di Indonesia. Sedangkan akhir-akhir ini pemerintah sudah melarang keras penebangan hutan alam untuk industri kayu di Indonesia, artinya peluang berbisnis kayu peluangnya masih sangat besar.

Kebijakan undang – undang pemerintah antara lain :  
MENGHENTIKAN IZIN PENEBANGAN POHON DARI HUTAN 
-  INDUSTRI KAYU TETAP terus DIKEMBANGKAN DENGAN KAYU YANG BERASAL  DARI HUTAN TANAMAN .

DENGAN DEMIKIAN KAYU DARI HUTAN TANAMAN AKAN SANGAT DIANDALKAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN KAYU NASIONAL.


Jenis Pohon apa Yang Tepat untuk Bisnis KAYU ??



Banyak sekali jenis Pohon yang bisa menghasilkan daya ungkit yang luar biasa , dari berbagai jenis kayu ada salah satu referensi Pilihan jenis pohon yang saat ini menjadi pohon unggulan untuk berbisnis kayu . Kayu Jabon atau Anthocephalus Candaba ,
Apa Itu Jabon?
 
Tentunya Pohon Jabon tidak asing lagi bagi anda yang suka bergelut dibidang agro bisnis, Pohon Jabon atau Anthocephalus Candaba  , bukan sejenis Jati , pohon jabon ini pohon kayu kelas III , yang dimana sangat diminati industri , tanaman Jabon ini pertumbuhanya paling cepat di dunia dibanding dengan tanaman kayu yang lain, bahkan lebih cepat dibanding kayu sejenisnya ( Sengon ). Dengan pertumbuhan rata-rata diameter 10 cm pertahun dan tingginya dapat mecapai 25 m. Kayu Jabon secara nilai ekonomisnya dapat dipanen pada usia 5 tahun dengan volume kayu +0,9 m3/pohon dengan harga jual bisa mencapai diatas Rp.800.000 – Rp 1,200.000 /M3 tergantung besar dan kecilnya ukuran kayu jabon. Dari sumber yang kami dapat MARKET KAYU KELAS III sejenis SENGON ,JABON DAN KAYU LAINNYA
BERDASARKAN RILIS RESMI INTERNATIONAL TROPICAL TIMBER ORGANIZATIONS (ITTO) JEPANG, MELALUI website resminya  WWW.ITTO.INT memperlihatkan harga kayu kelas III tersbut dengan :
Indonesia Log Domestic Prices   :  Playwood LOG :  221 US$ - 264 US$  
Indinesia Playwood Export Price :  430US$ - 485US$
Dari sini tidak menutup kemungkinan harga kayu LOG terus naik karena semakin besarnya permintaan Market Industri
Kenapa Memilih Kayu Jabon?
Pohon Jabon sangat populer dikalangan industri kayu di Indonesia, dan Industri  bahaKayu banyak memanfaatkan jenis Kayu ini untuk bahan Baku furniture, kayu lapis ( Play wood ) , pulp, kertas, dan berbagai industri kayu yang lain.
Selain itu Pohon jabon memiliki kemampuan copice (setelah ditebang akan tumbuh tunas baru)dengan catatan apabila kita saat panen nanti penebangannya di perhitungkan ( ahli ), Apbila bisa tumbuh kembali sangat menguntungkan sekali bagi penanam pohon karena  menanam sekali dapat dipanen 2 kali dan perawatannya pun lebih sederhana dan waktu panen yang cenderung lebih cepat karena akarnya sudah jadi .
Pohon ini sering dimuat di majalah Agrobis salah satu media Agrobisnis terbesar di Indonesia sebagai pohon yang sangat menguntungkan untuk berbisnis kayu dan tidak sedikit di Jawa khususnya Jawa Barat Pelaku Binsis Perkebunan Kayu Jabon Yang sukses meraup keuntungan tinggi dari Berbisnis Kayu Jenis ini .
Hasil survey dari beberapa pelaku perkebunan jabon skala kecil di jawa barat , dengan harga bibit dan lahan yang mereka miliki sendiri dan perawatan Secara konvensional mereka dapat meraup keuntungan sekitar 10% – 38 % per tahunnya ,dengan perhitungan kurang lebih 1100 bibit per Ha nya , yang dimana tidak semuanya berhasil di panen karena dalam proses tidak jarang ada tumbuhan yang mati, ditahun pertama dan pencurian Pohon .  untuk pembelian bibit , perawatan , pupuk sampai dengan proses pengurusan ijin tebang ,dengan modal yang tidak lebih dari 60juta mereka bisa mendapatkan 2x lipat dari modal mereka itu pun di beli oleh tengkulak pohon .
Mari kita lihat perbandingan antara Bisnis Kayu dengan Bisnis Property :
BISNIS KAYU
BISNIS PROPERTY
KENAIKAN NILAI BISA MENCAPAI 25–69% / TAHUN
TIDAK BUTUH LOKASI YANG STRATEGIS UNTUK MENDAPATKAN KENAIKAN YANG TINGGI
TIDAK DIPERLUKAN KEMAMPUAN MENGANALISA PROSPEK LOKASI
SEPANJANG SEJARAH, HARGA NAIK TERUS, SERAGAM DI BERBAGAI LOKASI BAHKAN DUNIA
MODAL BISA DIMULAI DARI KECIL, BAHKAN BISA DIMULAI DENGAN MODAL KURANG DARI 20 JUTA SUDAH BISA MEMILIKI GREEN PROPERTY, TETAPI TETAP  MENDAPATKAN POTENSI KENAIKAN NILAI ASET YANG SAMA BESAR
BERSAHABAT BAHKAN MENYELAMATKAN LINGKUNGAN

RATA-RATA 15-30 % / TAHUN
KENAIKAN YANG TINGGI DIBUTUHKAN LOKASI YANG STRATEGIS
SANGAT DIBUTUHKAN KEMAMPUAN MENILAI PROSPEK LOKASI
RATA-RATA PROPERTY NAIK HARGANYA, BERBEDA-BEDA TINGKAT KENAIKANNYA DI TIAP LOKASI
MODAL MEMULAINYA CUKUP BESAR MENCAPAI RATUSAN JUTA ,  APALAGI UNTUK LOKASI YANG STRATEGIS YANG MEMILIKI HARAPAN KENAIKAN YANG BESAR
RELATIF EFEKNYA TIDAK BERSAHABAT DENGAN LINGKUNGAN BAHKAN BISA MERUSAK LINGKUNGAN



Dari perbandingan diatas bisa dibilang Kayu saat ini bisa kita jadikan sebagai Langkah Baru memulai Bisnis yang nilai Daya Ungkit nya sama bahkan bisa diatas Properti dengan Modal yang relatif lebih kecil dibanding Properti pada umumnya .
Apakah Anda sudah sama dengan Saya melihat Bisnis perkebunan Kayu Jabon ini ??
Untuk memulai Bisnis Kayu Ini ada kendala / tantangan Juga yang dihadapi antara lain :
1. Mencari LAHAN
2. MEMBELI BIBIT UNGGUL
3. PROSES MAINTENENCE / PERAWATAN
4. PROSES PANEN
Masysarakat pada Umumnya di Kota terlebih Akan berpikir berkali – kali untuk memulai berbisnis di sektoril Kayu , apalagi sebuah konsep bisnis ini jarang orang KOTA miliki . sama hal nya dengan Properti di tahun tahun 2000 banyak orang yang belum bisa secara rasional melihat bahwa Binis Property Perumahan sangat bagus untuk dimiliki ,selain masih jarang orang yang bisa memiliki dan membuktikan mendapatkan Hasil,  juga saat itu Faktor kemudahan cara memiliki Bisnis tersebut yang bisa dibilang surat-surat yang harus diproses , tapi untuk saat ini sudah banyak muncul Developper / pengembang dan perbankan yang mempermudah untuk kita memulai bisnis Properti tersebut.yang dimana akhirnya untuk memiliki sebuat property sangat mudah dan siapapun bisa.  
Hal itu kurang lebih sama dan berlaku untuk Bisnis Perkayuan yang Saat ini masyarakat di KOTA khususnya  ,mungkin akan berpikir dua kali untuk memulai bisnis perkayuan ini dengan tantangan tekhnis seperti pencarian Lahan , pembelian dan pencarian bibit Unggul , perawatan selama tahunan , dan Proses Panen nantinya . Tak semudah seperti orang mendapatkan bisnis properti .
Akan teTapi Seandainya memang kita ingin memiliki bisnis Perkayuan ini , Di Indonesia tidak sedikit Jasa yang  baik perindividu , Kelompok Tani , Dan Bahkan Perusahaan  yang menawarkan kerjasama dibidang Bisnis Perkayuan . dengan nilai tambah  dan fasilaitas yang di berikan di masing – masing jasa penanaman Pohon tersebut  . dan Harga yang diberikannya pun Variatif . kisaran 5 juta sampai dengan Milyaran . tinggal bagaimana sekarang kita mulai Jeli memilih Jasa ataupun Kontraktor Penanaman Pohon yang Prospektifnya bagus kedepan dan terjamin Keamanan Aset kita .
Saya teringat Article yang saya baca dari Website Seorang Entreprenuer , investor dan Author yang sukses di Bidang Properti , penulis buku  “ Property Cash Machine “ . menuliskan “ You Have TO be Change ! Change the way you think, change the way you do thinks and then you will enjoy your fruits of succeess “ .
Semoga Bermanfaat Rekan , I love you All .
Be Freedom , all be beatiful

Author : 
Monalope , 28 Mei 2014 ,