Sahabat yang saya Hormati ,
Melihat Perkembangan Properti yang saat ini sangat diminati untuk dimiliki oleh semua lapisan dari berbagai
kalangan masyarakat baik untuk hunian , atau dimanfaatkan sebagai daya
ungkit peningkatan nilai ( Investasi Aset ) mari kita coba menganalisa dan mempelajari lebih
jauh lagi tetang perkembangan
bisnis Properti yang saat ini berkembang Pesat di-Indonesia .
Sebelum kita membicarakan Bisnis Properti di Indonesia ,setidaknya kita terlebih
dahulu mengatahui Makna dari kata Properti itu sendiri .
Sahabat , Jika kita berbicara mengenai properti, yang terbayang awal di benak orang umum biasanya adalah rumah. Hal itu tidak salah, namun kurang tepat jika kita membatasi properti hanyalah berbentuk rumah. Kata properti menunjuk kepada sesuatu yang biasanya dikenal sebagai entitas (obyek nyata yang ada keberadaanya dan berpemilik baik pribadi maupun kelompok ))dalam kaitannya dengan kepemilikan seseorang atau sekelompok orang atas suatu hak eksklusif terhadap entitas tersebut.
Bentuk-bentuk dari properti bisa berupa tanah (real property), kekayaan
pribadi (personal property) atas kepemilikan barang secara fisik serta kekayaan
intelektual.
sangat
bagus dan pilihan yang tepat saat ini apabila kita memiliki bisnis properti sebagai media untuk
mendapatkan nilai lebih dari daya ungkit properti saat ini .
Akan
tetapi ada beberapa Hal yang memang
harus di garis bawahi bahwa
untuk memiliki atau memulai
bisnis Properti , saat ini butuh modal
dan dana yang besar . sebanding dengan
nilai daya ungkit yang memang nanti bisa kita dapatkan di dalam bisnis Properti
. dan tidak sedikit masyarakat di
kalangan menengah kebawah pun terpancing untuk bisa memiliki bisnis
properti dengan cara “ memaksakan
“ dengan kemudahan yang diberikan
Developper Properti atau bank – bank yang memberikan alokasi dana
melalui program KPR , yang mungkin apabila kita pelajari secara seksama nilai
bunga dari KPR tersebut
sangat lah besar ( kemudahan KPR Perumahan bisa dinilai dari : uang muka yang kecil , nilai cicilan tiap
bulan yang kecil dan durasi pembayaran
lama ) Anda bisa coba mencermati kembali
berapa nilainya .
Dengan
tingkat pertumbuhan nilai property yang
sangat bergantung pada lokasi di butuhkan waktu yang lebih panjang untuk kita bisa merasakan
profit dari penjualan bisnis Property . karena dari KPR belum tentu perhitungan
kita bisa win dalam hal profit .
Jadi
benar apabila Anda merasa memang sudah
memiliki nilai Lebih dalam keuangan anda
, sudah waktu nya Anda berbisnis Property ,
dan bagi Anda yang belum memiliki nilai lebih dalam
keungan ,saran saya jangan memaksakan
diri , coba anda pertimbangkan dan
perhitungkan kembali nilai nilai
keuntungan dan durasi waktunya .
Mungkin
saya akan coba share dengan Anda tentang keunggulan dan kelemahan yang mungkin
juga sudah Anda tahu tetang aturan main
dalam bisnis Properti ,
Pernah
dibahas dalam yahoo News januari 2014 lalu bagaimana keunggulan dan kelemahan
bisnis properti ini secara umum dan ada
8 item yang bisa di pertimbangkan sebagai berikut :
KEUNGGULAN
|
KELEMAHAN
|
Nilai Tambah (Added Value)
Nilai tambah investasi
properti diperoleh akibat pengembangan bangunan di atas sebidang tanah
kosong. Nilai tambah akan semakin
tinggi, jika bangunan berada di lokasi strategis dengan akses dan
fasilitas yang baik, serta dibuat dengan arsitektur yang indah.
|
Beban Perawatan (Management
Burden)
Pemilik atau investor
properti tak dapat membiarkan investasinya berjalan dengan hasil yang
meningkat terus menerus, tanpa memastikan properti tersebut dalam keadaan baik.
Dia juga mesti mengeluaran biaya tambahan guna merawat kondisi bangunan agar
income dari sewa bisa meningkat.
|
Peningkatan Pendapatan
Tahunan (Income Appreciation)
Dari sebidang tanah yang
dikembangkan—tanah kosong menjadi rumah atau ruko—seorang investor dapat
menerima sewa. Keuntungan lain adalah kenaikan harga sewa, karena sifat
kelangkaan tanah dan properti akan terus terjadi sepanjang perekonomian di
sebuah negara terus tumbuh.
|
Investasi Padat Modal (High
Capital Investment)
Investasi properti pun dapat
dikatakan sebagai investasi yang bersifat padat modal (capital intensive).
Mengapa demikian? Karena semakin besar modal yang ditanamkan dalam properti,
relatif semakin besar pula hasll yang didapatkan investasi properti tersebut.
|
Peningkatan Nilai Tanah
(Capital Appreciation)
Apresiasi nilai tanah
merupakan keuntungan lain dari investasi properti. Jumlah manusia setiap saat
terus bertambah, sementara jumlah tanah tidak dapat bertambah. Ini merupakan
teori klasik yang secara sederhana menjelaskan mengapa harga tanah terus
merangkak naik dari waktu ke waktu.
|
Keterjangkauan Investasi
(Affordability Investment)
Dalam bisnis properti,
harga mencerminkan kondisi penawaran dan permintaan. Harga properti
ditetapkan berdasarkan sifat-sifat pasar lokal serta tren yang memengaruhi
permintaan dan penawaran properti.Ada satu perbedaan signifikan antara
menilai properti dan saham, yaitu
affordability. Affordability tidak menjadi isu dalam saham, karena
transaksi pembelian saham dilakukan secara tunai. Sebaliknya, transaksi
properti biasanya merupakan pembelian leverage yang melibatkan pembiayaa
|
Investasi Jangka Panjang
(Long Term Investment)
Dibandingkan dengan
deposito, emas atau investasi lain, properti mempunyai karakter yang tahan
lama. Bisnis properti memiliki horison (jangka waktu) investasi rata-rata 3 -
5 tahun. Artinya, setelah 3 – 5 tahun perkembangan nilainya sudah cukup
berarti untuk menghasilkan capital gain (selisih harga beli dan harga jual).
|
Biaya Transaksi yang Tinggi
(High Cost Transaction)
Untuk berinvestasi di
sektor properti, Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dibanding
berinvestasi di sektor lain. Biaya-biaya tersebut berupa pajak, antara lain:
PPH (5% yang dikenakan bagi penjual) dan BPHTB (5% yang dikenaan bagi
pembeli). >>baca: Pajak-pajak Terkait Properti
|
Daya Pengungkit Investasi
yang Tinggi (High Leverage Investment)
Sebagai contoh, Anda
berinvestasi properti dengan uang Rp100 juta sebagai uang muka (DP), maka
Anda bisa memiliki investasi properti sebesar Rp500 juta atau lima kali
lipat, karena sisanya sebesar Rp400 juta dibayar dengan menggunakan
pembiayaan bank.
Jika nilai investasi naik
10% menjadi Rp550 juta, maka keuntungan Anda Rp50 juta (Rp550 juta – Rp500
juta) atau 50% dari investasi awal yang “cuma” Rp100 juta. Inilah yang
disebut daya pengungkit investasi yang tinggi.
|
Waktu Lama untuk Membeli
(Time Consuming Acquisition)
Membeli properti yang
sesuai keinginan tidak bisa dalam tempo singkat, bisa dalam hitungan minggu
atau bulan. Hal ini juga dijelaskan dalam sifat properti yang tidak likuid
(lack of liquidity).
Bahkan seorang pakar
properti dari Amerika Serikat mengatakan, carilah 100 properti, pilih tiga
yang terbaik, untuk mendapatkan satu properti yang diinginkan (Formula
100:3:1).
|
Proteksi Terhadap Inflasi
(Hedge of Inflation)
Secara tradisional, orang
membeli tanah dan bangunan untuk menjaga investasi tersebut agar tidak
tergerus inflasi. Artinya, pemilik yakin membeli properti, nilai investasi
tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi. Bahkan karena
sifat kelangkaannya, nilai investasi itu terus meningkat seiring waktu.
|
Terbatasnya Pengetahuan
(Lack of Knowledge)
Pengetahuan yang terbatas
disebabkan karena properti yang bersifat lokal (localized). Harga sebuah
rumah di satu tempat, belum tentu sama dengan di tempat lain. Hal ini membuat
investor harus jeli dan membuat survei terhadap di lokasi incarannya.
|
Agunan yang Baik (Good
Collateral)
Tidak seperti investasi
keuangan, properti merupakan agunan atau jaminan yang paling solid. Bahkan di
beberapa negara, pihak perbankan tidak segan meminjamkan dana hingga 80% dari
nilai agunan.
|
Penyusutan Bangunan
(Building Depreciation)
Investasi properti yang
berbasis pada tanah dan bangunan, walaupun dari tahun ke tahun
meningkat—akibat harga tanah yang meningkat akibat kelangkaan—namun bangunan
di atasnya secara teoritis memiliki umur. Hal ini berbeda dengan tanah yang
memiliki umur panjang alias abadi. Secara teoritis, bangunan dapat berumur
20, 30, atau 40 tahun, tergantung fungsi, kualitas, dan standar kekokohan
bangunan (konstruksi).
|
Kebanggaan Kepemilikan
(Pride of Ownership)
Dibandingkan dengan
investasi jenis lain, rasa bangga terhadap kepemilikan properti pada umumnya
lebih tinggi. Maka zaman dahulu, tuan tanah diasosiasikan sebagai orang kaya.
Hal ini disebabkan karena properti juga dapat menghasilkan income dari sewa
|
Hancur Bila Terjadi Bencana
Alam (Physical Hazard)
Dibandingkan dengan
investasi lain, investasi properti memiliki risiko kehancuran tanah dan
bangunan yang bisa disebabkan gempa, tanah longsor, tsunami dan lain-lain.
Namun, hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan asuransi, sehingga secara
praktis kehancuran akibat bencana dapat dihilangkan dengan biaya tambahan
untuk membayar premi asuransi.
|
Bila kita cermati lebih jauh lagi ada beberapa HUKUM
BISNIS PROPERTI agar kita bisa dapat hasil yang maksimal seperti beberapa buku
yang pernah saya baca hampir 90% orang berbisnis properti juga akan
mempertimbangkan 4 faktor ini :
1. LOKASI
Hukum utama dalam investasi properti adalah LOKASI,
LOKASI dan LOKASI. Hunian vertikal yang terletak di jalan/lokasi yang nilai
jualnya tinggi dan dekat dengan pusat perkantoran/kerja, fasilitas pendidikan,
fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, bandara, stasiun kereta api, sarana
hiburan akan berpotensi mendapatkan capital gain dan nilai sewa yang tinggi.
2. DESAIN & KONSEP
Desain dan konsep yang ditawarkan pengembang perlu
dicermati karena akan mempengaruhi nilai properti. Perhatikan konsultan
perencana yang mendesain bangunan apartemen tersebut. Cermati juga desain dari
unit itu sendiri, pastikan ruang-ruang utama memiliki ventilasi dan cahaya yang
baik.
3. SUPPLY & DEMAND
Jumlah unit yang ditawarkan pengembang juga
merupakan hal yang sangat penting karena persoalan akan menjadi runyam apabila
jumlah unit tidak bisa diserap pasar . Pastikan lokasi yang dibeli mempunyai
supply unit yang terbatas sehingga nilai jual dan nilai sewa dimasa mendatang
akan terjamin naik.
4. LEGALITAS
Perhatikan benar-benar kelengkapan legalitas pada
proyek tersebut mulai dari ijin lokasi, Ijin Amdal, Ijin Mendirikan Bangunan
dan status kepemilikannya. Dengan pemahaman yang baik mengenai pasar apartemen
ini konsumen akan bisa meminimalkan resiko dalam berinvestasi.
Bagaimana menurut
Anda ? apakah ada yang akan Anda
tambahkan lagi ? senang sekali kita bisa berbagi informasi lebih jauh lagi
tentang Bisnis Prpoerti di Indonesia .Properti tanah dan bangunan
adalah daya ungkit yang luar biasa untuk
kita jadikan salah satu bisnis kita
bukan ?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
" Bagaimana Cara Membeli Properti Dengan Sedikit uang atau Tanpa Uang Muka
" ,
Hal yang Lumrah apabila kita selalu mencari Peluang diantara Peluang
yang sudah ada ,
Detail , rinci , penuh perhitungan , dan modifikasi
.
berdasarkan perhitungan Daya Ungkit Nilai Aset yang
didapat dari bisnis properti dengan analisa dan data fakta yang ada , ada
peluang Properti yang bisa kita referensikan juga untuk kita bisa miliki
.
Rekan ,
Ramai nya bisnis Properti perumahan di
Indonesia saat ini diikuti juga oleh
laju pertumbuhan bisnis bidang
perkebunan kayu yang juga selalu meningkat setiap tahunnya . yang mungkin tidak semua orang sadari dan
tahu , seperti pernah disampaikan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan sbb :
“pemanfaatan
hutan dan industri kehutanan merupakan salah satu dari 6 Kebijakan Prioritas
Kementerian Kehutanan 2009-2014. Trend
pergeseran sumber bahan baku terlihat pada struktur pemenuhan bahan baku IPHHK
kapasitas produksi di atas 6.000 m3/tahun selama 8 tahun terakhir (2005-2013)
di mana pemenuhan bahan baku dari hutan alam (IUPHHK-HA dan IPK) cenderung
menurun, yaitu 20,50 juta m3 pada 2005 menjadi 5,54 juta m3 pada 2013. Di sisi
lain, pemenuhan bahan baku dari hutan tanaman (IUPHHK-HT dan HR) memperlihatkan
peningkatan signifikan, yakni 11,22 juta m3 pada 2005 menjadi 39,80 juta m3
pada 2013. Hutan tanaman ke depan, katanya, akan menjadi tulang punggung
industri perkayuan nasional. Jumlah industri kehutanan pun meningkat.
Pemerintah
dan Industri Kayu di saat ini sangat
mengandalkan Hutan Tanaman Rakyat ( HTR )
untuk mencukupi kebutuhan kayu bai untuk nasional maupun Ekspor , Bahkan
ada salah satu Industri Kayu di Indoensia
Genjot Eksport Kayu Olahan karena
Hasilnya yang sangat menjanjikan .
Mengapa Properti Bisnis kayu bisa kita samakan dengan
Bisnis Properti ??
. Kebutuhan kayu dunia yang semakin melonjak setiap
tahunya, tidak diimbangi dengan suplay kayu yang ada, bahkan kondisi hutan di
Indonesia saat ini semakin kritis. Berdasarkan data Indonesia setiap tahun
setidaknya membutuhkan 72 juta kubik kayu siap olah dan saat itu baru terpenuhi
sekitar 50 juta kubik saja, itupun sebagian besar dari hasil tebang hutan alam
di Indonesia. Sedangkan akhir-akhir ini pemerintah sudah melarang keras
penebangan hutan alam untuk industri kayu di Indonesia, artinya peluang berbisnis kayu peluangnya masih sangat besar.
Kebijakan undang – undang pemerintah antara lain :
- MENGHENTIKAN IZIN PENEBANGAN POHON DARI HUTAN
- INDUSTRI KAYU TETAP terus DIKEMBANGKAN DENGAN KAYU YANG
BERASAL DARI HUTAN TANAMAN .
DENGAN
DEMIKIAN KAYU DARI HUTAN TANAMAN AKAN SANGAT DIANDALKAN UNTUK MEMENUHI
KEBUTUHAN KAYU NASIONAL.
Jenis Pohon apa Yang Tepat untuk Bisnis KAYU ??
Banyak sekali jenis Pohon yang
bisa menghasilkan daya ungkit yang luar biasa , dari berbagai jenis kayu ada
salah satu referensi Pilihan jenis pohon yang saat ini menjadi pohon unggulan
untuk berbisnis kayu . Kayu Jabon atau Anthocephalus Candaba ,
Apa Itu Jabon?
Tentunya Pohon Jabon tidak asing lagi bagi anda yang suka bergelut dibidang agro bisnis, Pohon Jabon atau Anthocephalus Candaba , bukan sejenis Jati , pohon jabon ini pohon kayu kelas III , yang dimana sangat diminati industri , tanaman Jabon ini pertumbuhanya paling cepat di dunia dibanding dengan tanaman kayu yang lain, bahkan lebih cepat dibanding kayu sejenisnya ( Sengon ). Dengan pertumbuhan rata-rata diameter 10 cm pertahun dan tingginya dapat mecapai 25 m. Kayu Jabon secara nilai ekonomisnya dapat dipanen pada usia 5 tahun dengan volume kayu +0,9 m3/pohon dengan harga jual bisa mencapai diatas Rp.800.000 – Rp 1,200.000 /M3 tergantung besar dan kecilnya ukuran kayu jabon. Dari sumber yang kami dapat MARKET KAYU KELAS III sejenis SENGON ,JABON DAN KAYU LAINNYA BERDASARKAN RILIS RESMI INTERNATIONAL TROPICAL TIMBER ORGANIZATIONS (ITTO) JEPANG, MELALUI website resminya WWW.ITTO.INT memperlihatkan harga kayu kelas III tersbut dengan :
Indonesia Log Domestic Prices :
Playwood LOG : 221 US$ - 264 US$
Indinesia Playwood Export Price : 430US$ - 485US$
Indinesia Playwood Export Price : 430US$ - 485US$
Dari sini tidak menutup
kemungkinan harga kayu LOG terus naik karena semakin besarnya permintaan Market
Industri
Kenapa Memilih Kayu Jabon?
Pohon Jabon sangat populer dikalangan
industri kayu di Indonesia, dan Industri bahaKayu banyak memanfaatkan jenis Kayu ini
untuk bahan Baku furniture, kayu lapis ( Play wood ) , pulp, kertas, dan
berbagai industri kayu yang lain.
Selain itu Pohon jabon
memiliki kemampuan copice (setelah ditebang akan tumbuh tunas baru)dengan
catatan apabila kita saat panen nanti penebangannya di perhitungkan ( ahli ),
Apbila bisa tumbuh kembali sangat menguntungkan sekali bagi penanam pohon
karena menanam sekali dapat dipanen 2
kali dan perawatannya pun lebih sederhana dan waktu panen yang cenderung lebih
cepat karena akarnya sudah jadi .
Pohon ini sering dimuat di
majalah Agrobis salah satu media Agrobisnis terbesar di Indonesia sebagai pohon
yang sangat menguntungkan untuk berbisnis kayu dan tidak sedikit di Jawa
khususnya Jawa Barat Pelaku Binsis Perkebunan Kayu Jabon Yang sukses meraup
keuntungan tinggi dari Berbisnis Kayu Jenis ini .
Hasil survey dari beberapa pelaku
perkebunan jabon skala kecil di jawa barat , dengan harga bibit dan lahan yang
mereka miliki sendiri dan perawatan Secara konvensional mereka dapat meraup
keuntungan sekitar 10% – 38 % per tahunnya ,dengan perhitungan kurang lebih
1100 bibit per Ha nya , yang dimana tidak semuanya berhasil di panen karena
dalam proses tidak jarang ada tumbuhan yang mati, ditahun pertama dan pencurian
Pohon . untuk pembelian bibit ,
perawatan , pupuk sampai dengan proses pengurusan ijin tebang ,dengan modal
yang tidak lebih dari 60juta mereka bisa mendapatkan 2x lipat dari modal mereka
itu pun di beli oleh tengkulak pohon .
Mari kita lihat perbandingan
antara Bisnis Kayu dengan Bisnis Property :
BISNIS KAYU
|
BISNIS
PROPERTY
|
KENAIKAN
NILAI BISA MENCAPAI 25–69% / TAHUN
TIDAK
BUTUH LOKASI YANG STRATEGIS UNTUK MENDAPATKAN KENAIKAN YANG TINGGI
TIDAK
DIPERLUKAN KEMAMPUAN MENGANALISA PROSPEK LOKASI
SEPANJANG
SEJARAH, HARGA NAIK TERUS, SERAGAM DI BERBAGAI LOKASI BAHKAN DUNIA
MODAL BISA
DIMULAI DARI KECIL, BAHKAN BISA DIMULAI DENGAN MODAL KURANG DARI 20 JUTA
SUDAH BISA MEMILIKI GREEN PROPERTY, TETAPI TETAP MENDAPATKAN POTENSI KENAIKAN NILAI ASET
YANG SAMA BESAR
BERSAHABAT
BAHKAN MENYELAMATKAN LINGKUNGAN
|
RATA-RATA
15-30 % / TAHUN
KENAIKAN
YANG TINGGI DIBUTUHKAN LOKASI YANG STRATEGIS
SANGAT
DIBUTUHKAN KEMAMPUAN MENILAI PROSPEK LOKASI
RATA-RATA
PROPERTY NAIK HARGANYA, BERBEDA-BEDA TINGKAT KENAIKANNYA DI TIAP LOKASI
MODAL
MEMULAINYA CUKUP BESAR MENCAPAI RATUSAN JUTA , APALAGI UNTUK
LOKASI YANG STRATEGIS YANG MEMILIKI HARAPAN KENAIKAN YANG BESAR
RELATIF
EFEKNYA TIDAK BERSAHABAT DENGAN LINGKUNGAN BAHKAN BISA MERUSAK LINGKUNGAN
|
Dari perbandingan diatas bisa
dibilang Kayu saat ini bisa kita jadikan sebagai Langkah Baru memulai Bisnis
yang nilai Daya Ungkit nya sama bahkan bisa diatas Properti dengan Modal yang
relatif lebih kecil dibanding Properti pada umumnya .
Apakah Anda sudah sama dengan
Saya melihat Bisnis perkebunan Kayu Jabon ini ??
Untuk memulai Bisnis Kayu Ini ada
kendala / tantangan Juga yang dihadapi antara lain :
1. Mencari LAHAN
2. MEMBELI BIBIT UNGGUL
3. PROSES MAINTENENCE / PERAWATAN
4. PROSES PANEN
Masysarakat pada Umumnya di Kota
terlebih Akan berpikir berkali – kali untuk memulai berbisnis di sektoril Kayu
, apalagi sebuah konsep bisnis ini jarang orang KOTA miliki . sama hal nya
dengan Properti di tahun tahun 2000 banyak orang yang belum bisa secara
rasional melihat bahwa Binis Property Perumahan sangat bagus untuk dimiliki
,selain masih jarang orang yang bisa memiliki dan membuktikan mendapatkan
Hasil, juga saat itu Faktor kemudahan
cara memiliki Bisnis tersebut yang bisa dibilang surat-surat yang harus
diproses , tapi untuk saat ini sudah banyak muncul Developper / pengembang dan
perbankan yang mempermudah untuk kita memulai bisnis Properti tersebut.yang
dimana akhirnya untuk memiliki sebuat property sangat mudah dan siapapun bisa.
Hal itu kurang lebih sama dan
berlaku untuk Bisnis Perkayuan yang Saat ini masyarakat di KOTA khususnya ,mungkin akan berpikir dua kali untuk memulai
bisnis perkayuan ini dengan tantangan tekhnis seperti pencarian Lahan ,
pembelian dan pencarian bibit Unggul , perawatan selama tahunan , dan Proses
Panen nantinya . Tak semudah seperti orang mendapatkan bisnis properti .
Akan teTapi Seandainya memang kita
ingin memiliki bisnis Perkayuan ini , Di Indonesia tidak sedikit Jasa yang baik perindividu , Kelompok Tani , Dan Bahkan
Perusahaan yang menawarkan kerjasama
dibidang Bisnis Perkayuan . dengan nilai tambah
dan fasilaitas yang di berikan di masing – masing jasa penanaman Pohon
tersebut . dan Harga yang diberikannya
pun Variatif . kisaran 5 juta sampai dengan Milyaran . tinggal bagaimana
sekarang kita mulai Jeli memilih Jasa ataupun Kontraktor Penanaman Pohon yang
Prospektifnya bagus kedepan dan terjamin Keamanan Aset kita .
Saya teringat Article yang saya
baca dari Website Seorang Entreprenuer , investor dan Author yang sukses di
Bidang Properti , penulis buku “
Property Cash Machine “ . menuliskan “ You Have TO be Change ! Change the way
you think, change the way you do thinks and then you will enjoy your fruits of
succeess “ .
Semoga Bermanfaat Rekan , I love
you All .
Be Freedom , all be beatiful
Author :
Monalope , 28 Mei 2014 ,
Monalope , 28 Mei 2014 ,